welcome in my blog
Sabtu, 02 April 2011
Lima wasiat abu bakar
''Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada,
lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam
panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu
maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.''
Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda,
''Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.'' (HR Baihaqi). Manusia yang
berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala cara untuk meraih
keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa taqwa
. Dengan taqwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah,
yakni jalan kebenaran.
Kedua, berbuat dosa. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha
(tobat yang sungguh-sungguh). Rasulullah bersabda, ''Sesungguhnya bila
seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik
noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun serta
bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah
hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.'' (HR Ahmad). Inilah
al-roon (penutup hati) sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Muthaffifin (83)
ayat 14.
Ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu
penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda
Nabi SAW, ''Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah,
ia akan masuk surga.'' Para sahabat bertanya, ''Wahai Rasulallah, apa
wujud keikhlasannya?'' Beliau menjawab, ''Kalimat tersebut dapat mencegah
dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.''
Keempat, alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia harus
memperbanyak amal shaleh. QS Al-Bayyinah (98) ayat 7-8 menyebutkan, orang
yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka
adalah surga 'Adn. Mereka kekal di dalamnya.
Kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka)
dan yaqin adalah penerangnya. Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan
sepenuh hati segala hal yang gaib, termasuk kehidupan setelah mati. Dengan
keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin
menuju alam abadi (akhirat).
Demikian lima wasiat Abu Bakar. Semoga kita termasuk pemegang kuat lima
pelita itu, sehingga dapat menyibak kegelapan dan mengantarkan kita ke
kebahagiaan abadi di surga. Amin.
Jumat, 25 Februari 2011
Perihal Surat Pengunduran Diri
Kepada :
Yth. Pembina OSIS SMA Widya Manggala
Di tempat
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : Felly
Kelas : XI-Ips
Jabatan : Seksi Humas
Mengajukan permohonan izin untuk mengundurkan diri dari Organisasi resmi ( OSIS ) yang Bapak/Ibu Bina. Adapun alasan dari pengunduran diri ini adalah :
1. Rapat Osis selalu bentrok dengan kegiatan belajar mengajar yang saya ikuti.
2. Kurang-Nya Minat saya terhadap Organisasi Siswa Intra Sekolah.
Saya bersyukur karena selama menjadi Anggota Osis pengalaman saya dalam berorganisasi sedikit banyak-Nya menjadi bertambah. Dan apabila terdapat kesalahan pada diri saya selama bergabung dalam organisasi Osis yang Bapak/Ibu Bina. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Besar harapan saya bahwa Bapak/Ibu memberikan izin kepada saya untuk mengundurkan diri. Atas perhatian Bapak/Ibu, saya ucapkan terima kasih.
Jakarta, 01 Maret 2011
Hormat Saya
Felly
Selasa, 14 Desember 2010
Motivasi Buat Diri
Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri, semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.
Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Seorang teman sejati akan membuat Anda hangat dengan kehadirannya, mempercayai akan rahasianya dan mengingat Anda dalam doa-doanya.
Doa memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi percaya dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
Jika kita berbuat baik, kebaikan pula yang akan kita terima kelak.
Senyum tidak hanya akan menampilkan wajah yang cerah, namun juga menghangatkan jiwa.
Cinta itu angkuh dan lembut. Lebih baik memiliki cinta daripada memiliki semua bintang di langit.
Yang penting bukan berapa lama kita hidup, tetapi bagaimana kita hidup.
Nasihat yang baik tidak pernah datang terlambat.
Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.
Anda cuma bisa hidup sekali saja didunia ini, tetapi jika anda hidup dengan benar, sekali saja sudah cukup.
Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati, tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.
Lidah anda yang menentukan siapa anda. Diantara isi rumah tangga, anak-anaklah yang terbaik.
Cinta seringkali akan lari bila kita mencari, tetapi cinta jua seringkali dibiarkan pergi bila ia menghampiri.
Jika kejahatan di balas kejahatan, maka itu adalah dendam. Jika kebaikan dibalas kebaikan itu adalah perkara biasa. Jika kebaikan dibalas kejahatan, itu adalah zalim. Tapi jika kejahatan dibalas kebaikan, itu adalah mulia dan terpuji.
Jika Anda tidak memulai hari ini dengan senyuman, belum terlambat untuk mencobanya pada hari esok.
Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah, dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya.
Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran. Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah.
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan. Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Tak seorang pun sempurna. Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak. Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
Bila Kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan, kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.
Perlukah merasa kecil dan malu dihina? Orang yang dihina itu sebenarnya memungut pahala cum-cuma tanpa perlu bersusah payah
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab, merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi, memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.
Barang siapa yang selalu kekenyangan maka banyaklah dagingnya, dan siapa yang banyak dagingnya maka kuatlah nafsunya. Siapa yang kuat nafsunya maka banyaklah dosanya, siapa yang banyak dosanya maka keraslah hatinya dan siapa yang keras hatinya maka tenggelamlah dia dalam bencana dunia serta keindahannya.
Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu, lebih tajam dari tusukan jarum, lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara. Sesungguhnya hati adalah ladang, maka tanamlah ia dengan perkataan yang baik, karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya
Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.
Sekali tidak berhasil bukan berarti gagal selamanya
Kebahagiaan takkan pernah bisa dibeli dengan uang
Orang yang banyak ketawa itu kurang wibawanya.
Orang yang suka menghina orang lain, dia juga akan dihina.
Orang yang mencintai akhirat, dunia pasti menyertainya.
Barangsiapa menjaga kehormatan orang lain, pasti kehormatan dirinya akan terjaga
Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah laksana berada di atas mimbar yang terbuat dari cahaya.
Mereka itu orang-orang yang berlaku adil dalam menetapkan hukum
baik kepada rakyat maupun kepada keluarga
Tiga sifat yang menyebabkan penyandangnya tidak tentram dalam hidupnya : iri, dengki, dan akhlak buruk
Hiduplah Sesuka hatimu,
Sesungguhnya kamu pasti mati.
Cintai siapa saja yang kamu senangi,
Sesungguhnya kamu pasti akan berpisah dengannya.
Lakukan apa saja yang kamu kehendaki,
Sesungguhnya kamu akan memperoleh balasannya.
Tidak ada kebaikan bagi pembicaraan kecuali dengan amalan.
Tidak ada kebaikan bagi harta kecuali dengan kedermawanan.
Tidak ada kebaikan bagi sahabat kecuali dengan kesetiaan.
Tidak ada kebaikan bagi shadaqah kecuali niat yang ikhlas.
Tidak ada kebaikan bagi kehidupan kecuali kesehatan dan keamanan
Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat-sahabat sejati yang akan meninggalkan bekas di dalam hatimu.
Untuk menangani dirimu, gunakan kepalamu. Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan hatimu.
Kemarahan hanyalah satu kata yang dekat dengan bahaya.
Pikiran yang besar membicarakan ide-ide;
Pikiran yang rata-rata membicarakan kejadian-kejadian;
Dan pikiran yang kerdil membicarakan orang-orang.
Allah memberikan kepada setiap burung makanan mereka, tetapi Ia tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka.
Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak;
Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih banyak;
Tetapi ia yang kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya.
Belajarlah dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri.
Lidah praktis tidak berat sama sekali, tetapi hanya sedikit orang yang dapat memegangnya.
Sabtu, 11 Desember 2010
14 Hari Mencari Cinta
Felly : “Memasuki ruang kelas 11 IPA dan langsung bertanya” Woii, ada apaan si lo nyuruh gw kesini?
Rusmanto : Dah sini aja dulu duduk
Ferdiyan : Dah duduk aja dulu fel, biar gw jelasin.
Noval : Ya udah langsung aja fer.
Eka : Kawan-kawan, gimana klo sebelum kita memulai rapat ini kita membaca doa terlebih dahulu?
Ferdiyan : Ya udah lo pimpin doanya deh
Eka : Klo gtu marilah kita memulai doa dengan membaca Al-Fatihah
Dengan kusyuk mereka semua berdoa, dan setelah doa selesai eka mengucapkan alhamdulilah. Lalu setelah itu menyuruh Ferdiyan untuk memulai rapat. Dan rapat akhirnya dimulai
Ferdiyan : Ehhhh, lo pada kan satu aja blum ada yang punya cwe nii, gimana klo kita bersaing dapetin cwe, tapi bersaing secara sehat. Gimana, lo pada setuju ga?
Rusmanto : Ok gw terima tantangan lo Fer.
Ferdiyan : Sippp, siapa lagi ayo yang setuju.
Noval : Fer, gw mau terima tantangan lo, tapi buat dapetin cwe kan perlu waktu.
Ferdiyan : Klo waktu 14 hari cukup ga Val?
Noval : Ok gw setuju.
Ferdiyan : Dua orang dah setuju, tinggal lo sama Eka doank Fel yang belum putusin, gimana ni lo setuju juga ga?
Felly : Ya dah lah gw ikut juga.
Ferdiyan : Ok, tinggal lo Eka gimana.
Eka : Ya klo semuanya pada setuju, apa boleh buat, gw juga setuju aja dah
Ferdiyan : Klo gtu sekarang kita sepakat ya, dalam waktu 14 hari kita dah harus dapet pasangan, ok
Maka setelah itu pencarian di lakukan oleh lima orang kawan, Di mulai dari rusmanto yang saat ini sedang gencar-gencarnya melakukan loby kepada cwe-cwe yang dia ketemukan. Dan malam minggu pukul 19:00 rusmanto membuat janji kepada wanita yang menjadi targetnya.
Rusmanto : “Melalui Handphone” Hallo ini bunga ya?
Bunga : Iya, ini siapa ya?
Rusmanto : Ini Anto, Bay The way, rumah kamu dimana bunga?
Bunga : Rumah aku di Depok, kamu tahu nomor handphone aku dari siapa?
Rusmanto : Dari teman aku, Tapi dia pesan klo kamu tanya siapa yang kasih tahu nomor kamu dia bilang dah jangan di kasih tahu.
Bunga : Hoh !!!
Rusmanto : Ko cuma hoh aja si, Bay The Way malam minggu ini ketemuan yu?
Bunga : Hemm, mau ketemuan dimana?
Rusmanto : Di taman, gimana mau ga?
Bunga : Hemm, ok deh.
Rusmanto : Ya dah, malam minggu nanti aku tunggu kamu jam tujuh malam ya di taman?
Bunga : Ok deh
Setelah melakukan percakapan dengan bunga hati Rusmanto menjadi berbunga-bunga, Dan rasanya dia sudah tidak sabar lagi untuk menunggu tibanya malam minggu. Dan begitu juga dengan Noval, untuk memulai pencariannya mendapatkan cwe-cwe yang mau di jadikannya pacar, Noval menerapkan strategi tebar pesona, Dia selalu melemparkan senyuman terindahnya kepada setiap cwe yang di ketemukannya dan ternyata usahanya berhasil, Karena ada cwe yang membalas senyumannya noval, dan akhirnya mereka kenalan.
Noval : Hai, boleh kenalan ga?
Putri : Boleh
Noval : Aku Noval, klo nama kamu siapa?
Putri : "Sambil berjabat tangan", aku putri,
Noval : Oh putri, kamu tinggal dimana put?
Putri : Aku tinggal di cijantung, klo kamu?
Noval : Aku tinggal di kalisari.
Putri : Hoh di kalisari ya
Sedang asik-asiknya mereka ngobrol, handphone putri berdering, dan di layar handphone ada panggilan dari mamah, lalu putri menerima panggilan dari mamah.
Putri : Noval maaf ya, aku terima panggilan mamah aku dulu?
Noval : Oh ya ga apa put aku tunggu.
Putri : Hallo mah, ada apa?
Mamah : Kamu dimana put?
Putri : Aku lagi di Mall Cijantung mah.
Mamah : Ya dah nanti kamu langsung pulang ya, ingat jangan kemana-mana lagi.
Putri : Iya mah.
Setelah pembicaraan putri dengan mamahnya selesai lalu putri menghampiri noval, dan mereka melanjutkan kembali pembicaraannya, Tapi tidak lama kemudian putri mengakhiri pertemuan pertamanya dengan noval.
Putri : Maaf ya val, tadi mamah aku telfon, dia bilang aku jangan main kemana-kemana lagi setelah dari sini
Noval : Hoh, trus kamu mau langsung pulang?
Putri : Iya
Noval : Mau aku antar ga?
Putri : Ga ah, nanti ngerepotin kamu lagi
Noval : Ga ko, ya dah aku antar ya?
Putri : Hemmh, boleh deh val
Noval : Ya dah tunggu sebentar ya, aku ambil motor dulu.
Putri : Ok
Dan usaha noval untuk mendapatkan perhatian dari putri berhasil, dengan mengantarkan putri pulang sampai kerumahnya berarti ini langkah awal noval untuk bisa lebih dekat lagi dengan putri, dan setelah beberapa menit di perjalanan tibalah putri di rumahnya, lalu putri mengajak noval untuk main kerumahnya, tapi noval menolak dan beralasan klo dia ada latihan band hari ini, Setelah putri mendengarkan alasan noval lalu putri mengucapkan terimakasih dan memberikan nomor handphone-nya kepada noval.
Putri : Noval berhenti disini aja,
Noval : Disini? Memangnya rumah kamu yang mana?
Putri : Ya disini, yang itu val, kamu mau main dulu ga kerumah aku?
Noval : Maksih put, lain kali aja ya, soalnya aku ada latihan band.
Putri : Oh, ya dah klu gtu makasih ya val kamu dah mau nganterin aku sampai rumah?
Noval : Sama-sama ko, Bay The Way kapan-kapan ketemuan yu, mau ga?
Putri : Ya, gampang deh itu mah, klo gtu kamu save nomor aku aja supaya mudah menghubunginnya 085710908***
Noval : Ok dah aku save, ya dah aku pulang dulu ya put?
Putri : Hati-hati di jalan ya val.
Noval : Ya, makasih
Minggu, 07 November 2010
Cinta SMA
http://www.felly-putra.blogspot.com
facebook : Aryasatya Felly Alvaro
“INI ADALAH TUGAS BHS.INDONESIA TENTANG NASKAH DRAMA”
JUDUL : “CERITA CINTA SMA”
PENGARANG : FELLY
Kisah ini menceritakan rasa cinta seorang wanita yang bernama rika terhadap seorang laki-laki yang bernama jonhson yang mencintai teman nya rika, yaitu senny. Dan akibat kesalah pahaman terjadilah konflik antara rika dan senny, untung nya ada saskia yang menjadi penengah di antara mereka, hingga pertengkaran pun dapat di redam. Dan rika memutuskan untuk melupakan jonhson, begitu juga senny, walaupun jonhson mengutarakan perasaan nya kepada senny, tetapi senny menolak untuk menjadi pacar nya jonhson. Dan hubungan pertemanan antara rika, saskia dan senny tetap harmonis.
Kadang mencintai orang yang kita cintai lebih mudah, meskipun dia tidak mencintai kita. akan tetapi begitu sulit jika sebalik-nya, mencintai orang yang tidak kita cintai, meskipun dia mencintai kita.
TOKOH-TOKOH
Pemeran utama
: Jonhson
: Rika
Pemeran pembantu
: Senny
: Saskia
: Prasetyo
Peran figuran
: Jaka
: Fadlan
: Sigit
: Indrade
Cerita Cinta SMA
Pentas berada di-halaman sekolah SMA Widya Manggala, terdapat tempat duduk yang terbuat dari semen yang dikeramik dan terdapat tumbuhan pepohonan, apabila sedang apel pagi di gunakan sebagai podium untuk memberikan arahan atau pemberitahuan kepada seluruh siswa dan siswi. Bagian depan terdapat kantin sekolah, bagian belakang terdapat ruang kelas XI IPS dan XII IPS . Latar belakangnya depan kelas XI IPS.
Rika : ( Sedang berdiri di depan kelas XI IPS dan pandanganya tertuju kearah gerbang sekolah)
Saskia : ( Datang dari arah belakang dan menepuk pundaknya rika ) “Hai rika, lagi nungguin siapa sih loh?”
Rika : ( Sambil tersenyum malu) “Ah, gw lagi ga nunggu siapa-siapa ko, hehehe !!!”
Saskia : “Pasti lagi nunggu si dia ya?”
Rika : (Merasa heran dan bingung) “Dia siapa?”
Saskia : “Johnson kan?”
Rika : (Sambil terheran-heran, dan menyangkalnya) “Hah, loh ngomong apa sih saskia !!
Dan tiba-tiba dari arah depan saat rika dan saskia sedang asik berbicara munculah Johnson dan ketiga teman nya, yaitu : Jaka, Fadlan, dan Prasetyo. Dan Johnson beserta ketiga teman nya berjalan menuju kearah saskia dan rika, hingga membuat rika dan saskia terdiam sesaat sambil pandangan nya tertuju kearah mereka.
Johnson : “Hai rika, senny udah datang belum?”
Rika : (Dengan rasa cemburu) “Belum, memang nya ada apa?”
Saskia : (Menyela pembicaraan) “Ko yang di cariin malah senny sih son?”
Johnson : (for Rika) “Ah, ga da apa-apa ko”
: (for Saskia) “Memang nya harus nyari siapa?”
Prasetyo : (Menyela pembicaran) “Memang nya loh ga tahu apa son, rika kan suka sama loh”
Jaka dan Fadlan : (Sambil tersenyum lebar) “Ciye-ciye, prikitiw”
Jaka : “Son gw ke-kelas duluan ya”.
Johnson : “Ya udah duluan aja”
Jaka : (Sambil menarik tangan nya fadlan untuk masuk ke-kelas) “Ayo bro masuk duluan, biarin jah Johnson di sini”.
Fadlan : ”Iya, iya. . . pelan- pelan donk narik nya”
Setelah Jaka dan Fadlan masuk ke-kelas. Dan di saat mereka, Johnson, prasetyo, rika, dan saskia sedang asik-asik nya ngobrol, dan dari arah depan tiba-tiba munculah senny, dan sontak saja pandangan mereka tertuju kearah senny, hingga membuat senny terheran-heran dan bergumam dalam hati, ada apa ya ini?
Prasetyo : "Ini dia orang yang lagi di bicarain datang, panjang umur loh sen".
Senny : (dengan ciri khas bicara nya yang unik) "Loh pada lagi ngomongin gw ya, ih… jahat banget si loh".
Saskia : (Dengan menenangkan keadaan) “Apa sih senny, ga sampai segitu nya juga kali sen, ga seperti apa yang loh pikir ko”
Senny : ”Hoh !!”
Rika : “Iya nih senny, sensitive banget si”
Lalu beberapa saat kemudian tiba-tiba bel berbunyi, kringgggggg, kringggggg… semua siswa siswi masuk ke-kelas dan menempati tempat duduk nya masing-masing, dan pelajaran pun di mulai. Setelah jam kedua berakhir bel istirahat berbunyi, Kringgggg, kringgggg… Dan dua orang sahabat keluar dari kelas menuju ke-kantin sekolah untuk makan nasi uduk.
Sigit : “Indrade, makan nasi uduk yu?”
Indrade : (Dengan gaya bercanda nya) “Tapi bayarin ya?”
Sigit : (Dengan sensitive nya) “Enak ajah loh, bayar sendiri-sendiri lah”
Indrade : “Hehehee, pelit loh”
Sigit : “Biarin ajah”
Indrade : (Dengan kesal nya) ”Ya udah ayo makan bawel”
Dan di dalam kelas Johnson, prasetyo, jaka, dan fadlan berkumpul di pojok kursi belakang, begitu juga saskia, rika dan senny mereka berkumpul di kursi depan dekat pintu kelas.
Jonhson : (Sedang curhat dengan teman-teman nya) "Bro, gw kaya nya jatuh cinta nih sama senny, menurut loh gw mesti gimana ya bro?”
Jaka : (Dengan semangat nya) ”Dah to the poin jah son, bilang klo loh suka sama senny”
Fadlan : (Dengan meyakinkan Johnson) "Benar tuh son kata jaka, loh to the poin jah ke senny”
Prasetyo : (Dengan santai nya) "Son, loh emang nya kaga tau ya klu rika suka sama loh, mending loh pacarin rika jah son, biar senny ntar gw yang pacarin” (Sambil tersenyum) “Hehehehee”
Jonhson : (Dengan pandangan srius nya) “Hah loh bercanda jah si pras. By the way, benar loh pras klo rika suka sama gw?”
Prasetyo : (Dengan nada meyakin kan) “Iya lah son, loh ga percaya banget sama gw son”
Jonhson : “Tapi gw suka nya sama senny pras”
Jaka : “Gw ga ikut campur ya son”
Fadlan : “Gw juga son, gw ga ikut campur ya”
Jaka : (Ajak jaka) “Dlan, mending kita ke-kantin aja yu?”
Fadlan : “Ayo !!!”
Jonhson : “Hah, jaka sama fadlan ga care banget nih”
Prasetyo : “Dah lah biarin jah son”
Seketika itu juga jaka dan fadlan keluar dari kelas menuju kantin sekolah yang berada tepat tidak jauh dari depan kelas XII IPS. Dan di bangku depan dekat pintu kelas saskia dan senny sedang asik-asik nya mendengarkan curhatan rika.
Rika : (Dengan ucapan jujur nya) "Saskia, senny … gw kaya nya jatuh cinta sama jonhson".
Saskia : “Berarti filling gw benar kan klo loh suka sama jonhson, huhh”
Senny : “Hah, loh suka sama jonhson, hahahaaaa… ”
Saskia : ‘Senny, kenapa loh ketawa?”
Senny : “Ga kenapa-kenapa ko, gw senang aja denger nya, hehehee… “
Rika : “Makasih ya senny”
Dan di-sudut pojok ruangan jonhson dan prasetyo bergegas menuju keluar kelas menyusul jaka dan fadlan yang sudah terlebih dahulu menuju ke-kantin.
Jonhson : “Pras, keluar yu pras, kita susul jaka sama fadlan ke kantin”
Prasetyo : “Ayo son”
Dan saat menuju meja depan, dekat pintu kelas jonhson menebarkan senyuman nya yang terindah kepada senny, dengan tersipu malu senny pun membalas senyuman nya jonhson, akan tetapi rika yang berada di situ amat sangat cemburu, setelah jonhson dan prasetyo keluar dari kelas pertengkaran antara rika dan senny pun terjadi.
Rika : “Loh apa-apaan si sen, loh kan tau klo gw suka sama jonhson, loh bikin sakit hati gw aja sen”
Senny : “Lah loh kenapa jadi kesal gitu sama gw, emang nya salah gitu klo gw bersikap ramah ke jonhson?”
Rika : (Sambil mendorong senny) “Terus mau loh apa?”
Saskia : (Mencoba menenangkan situasi dengan tidak memihak kepada siapa pun) "Sudah lah, apa-apaan si loh, masa gara-gara cwo loh jadi berantem begini si, loh berdua kan dah berteman cukup lama, jadi kenapa gara-gara cwo loh mesti jadi bermusuhan”
Rika : (Tersadar oleh ucapan nya saskia) Ohh iya, kenapa jadi kaya begini ya, hah sudah lah buat apa juga gara-gara cwo gw harus ke hilangan teman sebaik loh sen, klo gitu gw minta maaf ya sen?"
Senny : “Gw juga minta maaf rika, sebenar nya gw ga da sedikit pun rasa tau sama jonhson, sumpah dah”
Rika : “Sudah lah sen, jangan bahas masalah itu lagi, sekarang dia dah ga penting lagi dalam hidup gw”
Saskia : “Nah gitu donk, begini kan lebih baik”
Lalu tidak terasa bel masuk pun berbunyi, kringgg… kringgg. Semua siswa-siswi pun masuk ke-ruang kelas nya masing-masing. Dan pelajaran pun dimulai, setelah dua jam pelajaran berakhir bel pulang sekolah pun berbunyi, kringgg, kringgg, kringgg. Semua yang ada di kelas pun meninggal kan ruangan, kecuali saskia, senny, rika jonhson, prasetyo jaka dan fadlan, Di saat itu pula langsung saja jonhson mengutarakan perasaan hatinya ke-senny.
Jonhson : (Dengan menghampirinya) “Senny, jujur gw suka sama loh sen, loh mau ga jadi cwe gw?”
Senny : (Dengan alasannya yang meyakinkan) “Sorry son, gw ga bisa terima loh, soalnya gw belum boleh pacaran dulu sama ortu gw”
Saskia : “Udah lah sen tinggalin aja, ayo kita pulang”
Rika : “Iya sen, ayo kita pulang”
Senny : “Sorry ya son, gw mau balik sama teman-teman gw”
Jonhson : (Dengan memanggil-manggil senny) “Senny… senny… senny…”
Prasetyo : “Udah lah son, loh sabar aja”.
Jaka : “Iya son, mending loh sabar aja, emang nya loh ga bisa apa cari cwe yang lain?”
Fadlan : “Woiii, ayo dah balik, kelamaan nih”.
Jonhson : “Iya Juga si, ayo dah kita balik”
Dan akhir cerita jonhson tidak mendapatkan cintanya senny, begitu juga dengan rika, walaupun rika menyukai jonhson, akan tetapi jonhson lebih tertarik dengan senny, dan rika memutuskan untuk melupakan jonhson.
To be continue
Note Penulis : Kadang mencintai orang yang kita cintai lebih mudah, meskipun dia tidak mencintai kita. akan tetapi begitu sulit jika sebalik-nya, mencintai orang yang tidak kita cintai, meskipun dia mencintai kita.
Jumat, 22 Oktober 2010
Majas
Majas terbagi atas empat jenis, yakni: majas perbandingan, mjas pertentangan, majas pertautan, dan majs perulangan.
1. Majas perbandingan. Majas perbandingan meliputi personifikasi, metafora, perumpamaan, dan alegori.
2. Majas pertentangan. Majas pertentangan antara lain meliputi hiperbola, litotes, ironi, dan, oksimorom.
3. Majas pertautan. Majas pertauatan antara lain meliputi metonimia, sinekdoke, alusio, eufimisme, elipsis, dan inversi.
4. Majas perulangan meliputi aliterasi, antanaklasis, kiasmus, repetisi, dan pararelisme.
Catatan Majas, Dicoba Dipersingkat
2008 December 7
by anubissummoner
Jenis-jenis majas perbandingan antara lain:
- Alegori, ciri-cirinya berupa membandingkan sesuatu menjadi yang lebih panjang. Contoh: Seorang tamu pernikahan ngomong gini sama kedua mempelainya: Saya berharap kalian berdua dapat mengarungi samudra yang penuh dengan ombak ini bersama-sama. (Maksudnya, semoga kalian bisa menjalani kehidupan baru kalian yang penu rintangan bersama-sama.)
- Litotes, ciri-cirinya berupa menggantikan hal sebenarnya yang ingin dibicarakan dengan hal yang jauh lebih rendah. Contoh: Seorang konglomerat berkata,”Mari, masuklah ke dalam gubukku ini.” (Padahal rumahnya di Pondok Indah)
- Metafora, yaitu menggantikan hal sebenarnya yang ingin diungkapkan dengan hal lain yang mirip. Misalnya, ada orang yang berkata pada tetangganya,” Di RW sebelah ada air sedanau.” (padahal maksudnya RW sebelah kebanjiran.)
- Personifikasi, yaitu menganggap bahwa benda selain manusia bersikap seperti manusia. Misalnya, ada orang yang berkata,”Rumah ini telah melihat hal-hal yang tidak pantas.”(padahal kan rumah benda mati, emangnya bisa ngeliat?)
- Simile, yaitu benda yang ingin kita bicarakan dibandingkan seperti benda lain yang kualitasnya sama. Misalnya, ada orang ngeliat rumah di Pondok Indah,”Rumah itu bagaikan istana seorang raja.”(Rumahnya memang gede banget)
- Simbolik, yaitu benda yang dibicarakan digantikan dengan benda lain. Misalnya, ada orang lagi joget-joget ga jelas, dikatain,”Kayak cacing kepanasan aja lu!”
Jenis-jenis majas penegasan antara lain:
• Alusio, ciri-cirinya ada penggunaan peribahasa tapi tidak dijelaskan, atau hanya sebagian, karena hal yang mau dibilang udah jelas dari peribahasa yang sebagian itu. Contohnya, Aaaah, kamu ini, seperti air di daun talas saja.
• Antitesis, yaitu penggunaan dua kata yang saling berlawanan. Misalnya: tua muda, besar kecil, menang kalah, dll.
• Klimaks, yaitu penggunaan kata-kata yang semakin lama semakin bersifat besar. Contohnya: Harga yang ditawarkannya beragam, mulai dari satu juta, satu miliar, hingga satu triliun.
• Antiklimaks, yaitu penggunaan kata-kata yang semakin lama semakin berkurang besarnya. Contohnya: Mulai dari kakekku, bapakku, dan sekarang kakakku tidak pernah mau menerima hadiah dari orang itu.
• Antonomasia, yaitu mengganti nama orang sesuai dengan ciri-cirinya. Misalnya: Ada orang namanya Lia. Orangnya kurus tinggi. Ama temennya, dipanggil “si kurus”.
• Eufemisme, yaitu mengganti suatu istilah menjadi lebih halus. Misalnya: Ke WC, diganti jadi ke belakang.
• Hiperbolisme/hiperbola, yaitu melebih-lebihkan sesuatu.Contohnya: “Tangisannya membanjiri Jakarta.”
• Metonimia, mirip dengan Antonomasia, tapi yang ini mengganti nama benda. Misalnya: “bebek” untuk motor bebek.
• Paralelisme, yaitu pengulangan yang terjadi pada PUISI. Dibagi menjadi 2, yaitu Anafora, pengulangan terjadi di depan (sunyi itu emas sunyi itu kudus sunyi itu sakral), dan Epifora, pengulangan terjadi di belakang (letaknya di kampung itu menetap di kampung itu besar di kampung itu)
• Pleonasme, yaitu penegasan dengan menggunakan kata yang ngga perlu, karena kata sebelumnya udah jelas. Contohnya: Majulah ke depan! (Yaiyalah, masa’ maju ke belakang)
• Parafrase, yaitu penegasan dengan cara diuraikan menjadi lebih panjang atau lebih pendek. Misalnya: Dia memiliki burung besi bersayap lebar untuk dirinya sendiri. (Maksudnya, dia punya pesawat pribadi)
• Repetisi, yaitu pengulangan kata yang berturut-turut pada karangan bebas (PROSA). Misalnya: Rumahmu kotor, bajumu pun kotor. Atau: Sekali merdeka, tetap merdeka.
• Retoris, yaitu penegasan dengan menggunakan pertanyaan yang ngga perlu dijawab. Misalnya: Di sebuah seminar tentang kekayaan, pembicara bilang,”Apakah Anda ingin kaya?” (Yaiyalah, klo ikt seminar itu pasti pengen kaya)
• Sinedoke Pars Prototo, yaitu penyebutan sebagian anggota dari objek dengan maksud menyebut seluruh bagian objek. Misalnya: Mana kotak pensilmu? (maksudnya pengen nanya, mana alat-alat tulismu…..)
• Sinekdoke Totem Proparte, yaitu penyebutan keseluruhan objek dengan maksud menyebut anggota dari objek. Misalnya: Indonesia memenangkan Asian Beach Games 2008. (Padahal, yang menang cuman yang ikutan lomba.)
• Tautologi, yaitu penegasan dengan menyebutkan sinonim kata yang dipakai. Misalnya: Kita harus merapikan dan membereskan lemari kita.(Padahal merapikan doang udah cukup.)
Jenis-jenis majas pertentangan antara lain:
1. Anakronisme, yaitu penggunaan pernyataan yang tidak sesuai dengan keadaan setting waktu. Misalnya: Ada sebuah karangan fiksi dengan setting Perang Dunia I. Ada Jendral yang bilang: “Arahkan bom nuklir kita ke arah mereka, dan luncurkan!” Padahal, pas Perang Dunia I kan belum ada roket nuklir.
2. Kontradiksio In Terminis, yaitu pernyataan yang pertama kali dikeluarkan kemudian dibantah pada pernyataan berikutnya. Misalnya: “Tidak ada yang bisa membawa Indonesia keluar dari keterpurukan, kecuali saya.” Pernyataan “Tidak ada yang bisa membawa Indonesia keluar dari keterpurukan” dibantah dengan pernyataan “kecuali saya”.
3. Paradoks, yaitu pernyataan dengan kondisi yang berlawanan dengan kondisi di sekitarnya. Misalnya: Di tengah kegembiraan itu, sang penyair merasa prihatin. (Lagi gembira, tapi si penyairnya prihatin.)
Catatan: Beda Paradoks dengan Kontradiksio in Terminis bisa dilihat kalau dikondisikan begini. Pada Paradoks, keadaan yang pada kedua pernyataan terjadi bersama-sama. Seperti contoh yang tadi, orang lain sedang bergembira, sementara si penyair prihatin terjadi secara bersamaan. Pada Kontradiksio in Terminis, pernyataan pertama dikeluarkan lebih dahulu, kemudian pernyataan kedua, yang membantah pernyataan pertama, dikeluarkan. Pada contoh tadi, pernyataan “kecuali saya”, yang keluar belakangan, membantah pernyataannya sendiri, yaitu “tidak ada yang bisa membawa Indonesia keluar dari keterpurukan”, yang keluar duluan.
Jenis-jenis majas sindiran antara lain:
1. Ironi, yaitu sindiran halus di mana fakta sebenarnya diputarbalikkan, dengan tujuan mengejek, dan tidak ada unsur pernmusuhan di antara dua pihak yang terlibat. Misalnya: Tulisanmu besar sekali, gue harus pakai kaca pembesar buat ngebacanya.
2. Sarkasme, yaitu penyindiran dengan menggunakan kata-kata yang kasar. Misalnya: Mampus aja lu!
3. Sinisme, mirip dengan ironi, tapi lebih memiliki unsur kebencian terhadap lawan objek pembicaraan. Misalnya: Ngga usah nyanyi deh lu, suara merdu lu itu bikin sakit telinga aja!
Sumber: Catatan BI Felix, yang didapat dari Bu Maria, yang mendapatnya dari sebuah buku yang judulnya akan ditanyakan lebih lanjut. Dengan tambahan dari “Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Uraian Sederhana Tentang Majas”, terbitan penerbit Indonesia Tera.
NB: Maaf tulisannya tidak mengikuti EYD…. Ini dimaksudkan supaya pembuka blog, terutama teman2 dari 9B, lebih mengerti. Karena JELAS masih banyak kekurangan, maka tolong diberi kritik dan saran….
from → Catatan Dipersingkat
No comments yet
Kamis, 2009 Februari 12
Bahasa Indonesia: MAJAS (Gaya Bahasa)
Majas adalah gaya bahasa atau bahasa kias untuk melukiskan sesuatu dengan jalan membandingkan, mempertentangkan, mempertautkan, atau mengulangi katanya. Secara garis besar, majas-majas tersebut terbagi ke dalam majas perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan.
Jenis-Jenis Majas
1. ALEGORI
Adalah majas perbandingan yang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh.
Contoh :
• Hati-hatilah kamu dalam mendayung bahtera rumah tangga, mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan badai dan gelombang.
• Apabila suami-istri, antara nahkoda dan juru mudinya itu seia sekata dalam melayarkan bahtera, niscaya ia akan sampai ke pulau tujuan.
Lebih lengkap download disini: http://www.ziddu.com/download/3497331/MAJAS.doc.html
Diposkan oleh M Rizki di Kamis, Februari 12, 2009
-== Macam Macam Majas ==-
Majas : Gaya bahasa dalam bentuk tulisan maupun lisan yang dipakai dalam suatu karangan yang bertujuan untuk mewakili perasaan dan pikiran si pengarang.
1) Majas Metafora : Gabungan dua hal yang berbeda yang dapat membentuk suatu pengertian baru. Contoh : Raja siang, kambing hitam
2) Majas Alegori : Majas perbandingan yang memperlihatkan suatu perbandingan yang utuh. Contoh : Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
3) Majas Personifikasi : Majas yang melukiskan suatu benda dengan memberikan sifat – sifat manusia kepada benda, sehingga benda mati seolah-olah hidup. Contoh : Awan menari – nari di angkasa, baru saja berjalan 8 km mobilnya sudah batuk – batuk
4) Majas Perumpamaan ( Majas Asosiasi ) : Suatu perbandingan dua hal yang berbeda, namun dinyatakan sama. Contoh : Bagaikan harimau pulang kelaparan, seperti menyulam di kain yang lapuk
5) Majas Antilesis : Gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berlawanan. Contoh : Air susu dibalas air tuba
6) Majas Hiperbola : Suatu gaya bahasa yang bersifat melebih – lebihkan. Contoh : Ibu terkejut setengah mati, ketika mendengar anaknya kecelakaan
7) Majas Ironi : Gaya bahasa yang bersifat menyindir dengan halus. Contoh : Bagus sekali tulisanmu, sampai – sampai tidak bisa dibaca
8) Majas Litotes : Majas yang digunakan untuk mengecilkan kenyataan dengan tujuan untuk merendahkan hati. Contoh : Mampirlah ke gubuk saya ( Padahal rumahnya besar dan mewah )
9) Majas Sinisme : Majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Contoh : Perilakumu membuatku kesal
10) Majas Oksimoron : Majas yang antarbagiannya menyatakan sesuatu yang bertentangan. Contoh : Cinta membuatnya bahagia, tetapi juga membuatnya menangis
11) Majas Metonimia : Majas yang memakai merek suatu barang. Contoh : Kami ke rumah nenek naik kijang
12) Majas Alusio : Majas yang mepergunakan peribahasa / kata – kata yang artinya diketahui umum. Contoh : Upacara ini mengingatkan aku pada proklamasi kemerdekaan tahun 1945
13) Majas Eufemisme : Majas yang menggunakan kata – kata / ungkapan halus / sopan. Contoh : Para tunakarya itu perlu diperhatikan
14) Majas Elipsis : Majas yang manghilangkan suatu unsure kalimat. Contoh : Kami ke rumah nenek ( penghilangan predikat pergi )
15) Majas Inversi : Majas yang dinyatakan oleh pangubahan suatu kalimat. Contoh : Aku dan dia telah bertemu > Telah bertemu, aku dan dia
16) Majas Pleonasme : Majas yang menggunakan kata – kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata. Contoh : Mari naik ke atas agar dapat meliahat pemandangan
17) Majas Antiklimaks : Majas yang menyatakan sesuatu hal berturut – turut yang makin lama makin menurun. Contoh : Para bupati, para camat, dan para kepala desa
18) Majas Klimaks : Majas yang menyatakan beberapa hal berturut – turut yang makin lama makin mendebat. Contoh : Semua anak – anak, remaja, dewasa, orang tua dan kakek
19) Majas Retoris : Majas yang berupa kalimat tanya yang jawabanya sudah diketahui. Contoh : Siapakah yang tidak ingin hidup ?
20) Majas Aliterasi : Majas yang memanfaatkan kata – kata yang bunyi awalnya sama. Contoh : Inikah Indahnya Impian ?
21) Majas Antanaklasis : Majas yang mengandung ulangan kata yang sama dengan makna yang berbeda. Contoh : Ibu membawa buah tangan, yaitu buah apel merah
22) Majas Repetisi : Majas perulangan kata – kata sebagai penegasan. Contoh : Selamat tinggal pacarku, selamat tinggal kekasihku
23) Majas Paralelisme : Majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, disusun dalam baris yang berbeda. Contoh : Hati ini biru Hati ini lagu Hati ini debu
24) Majas Kiasmus : Majas yang berisi perulangan dan sekaligus mengandung inverse. Contoh : Mereka yang kaya merasa miskin, dan yang miskin merasa kaya
25) Majas Simbolik : Majas perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan membandingkan dengan benda – benda lain. Contoh : Dia menjadi lintah darat
26) Majas Antonomasia : Majas yang menyebutkan nama lain terhadap seseorang yang berdasarkan cirri / sifat menonjol yang dimilikinya. Contoh : Si pincang, Si
jangkung, Si kribo
27) Majas Tautologi : Majas yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata – kata yang sama artinya ( bersinonim ) untuk mempertegas arti. Contoh : Saya khawatir dan was – was dengannya
28) Majas Sinedoke : Majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya atau sebaliknya. Majas Sinedoke dibagi menjadi 2 yaitu :
=> Pars pro toto : Majas yang menyebutkan sebagian, tetapi untuk benda itu secara keseluruhan. Contoh : Ayah membeli dua ekor kambing
=> Totem pro parte : Majas yang menyebutkan keseluruhan, tertapi hanya untuk sebagian saja. Contoh : Kaum wanita memperingati Hari Kartini
Majas perbandingan
1. Alegori: Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
2. Alusio: Pemakaian ungkapan yang tidak diselesaikan karena sudah dikenal.
3. Simile: Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan pengubung, seperti layaknya, bagaikan, dll.
4. Metafora: Pengungkapan berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dll.
5. Antropomorfisme: Metafora yang menggunakan kata atau bentuk lain yang berhubungan dengan manusia untuk hal yang bukan manusia.
6. Sinestesia: Metafora berupa ungkapan yang berhubungan dengan suatu indra untuk dikenakan pada indra lain.
7. Antonomasia: Penggunaan sifat sebagai nama diri atau nama diri lain sebagai nama jenis.
8. Aptronim: Pemberian nama yang cocok dengan sifat atau pekerjaan orang.
9. Metonimia: Pengungkapan berupa penggunaan nama untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
10. Hipokorisme: Penggunaan nama timangan atau kata yang dipakai untuk menunjukkan hubungan karib.
11. Litotes: Ungkapan berupa mengecilkan fakta dengan tujuan merendahkan diri.
12. Hiperbola: Pengungkapan yang melebih-lebihkan kenyataan sehingga kenyataan tersebut menjadi tidak masuk akal.
13. Personifikasi: Pengungkapan dengan menyampaikan benda mati atau tidak bernyawa sebagai manusia.
14. Depersonifikasi: Pengungkapan dengan tidak menjadikan benda-benda mati atau tidak bernyawa.
15. Pars pro toto: Pengungkapan sebagian dari objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.
16. Totum pro parte: Pengungkapan keseluruhan objek padahal yang dimaksud hanya sebagian.
17. Eufimisme: Pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus.
18. Disfemisme: Pengungkapan pernyataan tabu atau yang dirasa kurang pantas sebagaimana adanya.
19. Fabel: Menyatakan perilaku binatang sebagai manusia yang dapat berpikir dan bertutur kata.
20. Parabel: Ungkapan pelajaran atau nilai tetapi dikiaskan atau disamarkan dalam cerita.
21. Perifrase: Ungkapan yang panjang sebagai pengganti ungkapan yang lebih pendek.
22. Eponim: Menjadikan nama orang sebagai tempat atau pranata.
23. Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud.
[sunting] Majas sindiran
1. Ironi: Sindiran dengan menyembunyikan fakta yang sebenarnya dan mengatakan kebalikan dari fakta tersebut.
2. Sarkasme: Sindiran langsung dan kasar.
3. Sinisme: Ungkapan yang bersifat mencemooh pikiran atau ide bahwa kebaikan terdapat pada manusia (lebih kasar dari ironi).
4. Satire: Ungkapan yang menggunakan sarkasme, ironi, atau parodi, untuk mengecam atau menertawakan gagasan, kebiasaan, dll.
5. Innuendo: Sindiran yang bersifat mengecilkan fakta sesungguhnya.
[sunting] Majas penegasan
1. Apofasis: Penegasan dengan cara seolah-olah menyangkal yang ditegaskan.
2. Pleonasme: Menambahkan keterangan pada pernyataan yang sudah jelas atau menambahkan keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan.
3. Repetisi: Perulangan kata, frase, dan klausa yang sama dalam suatu kalimat.
4. Pararima: Pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian kata yang berlainan.
5. Aliterasi: Repetisi konsonan pada awal kata secara berurutan.
6. Paralelisme: Pengungkapan dengan menggunakan kata, frase, atau klausa yang sejajar.
7. Tautologi: Pengulangan kata dengan menggunakan sinonimnya.
8. Sigmatisme: Pengulangan bunyi "s" untuk efek tertentu.
9. Antanaklasis: Menggunakan perulangan kata yang sama, tetapi dengan makna yang berlainan.
10. Klimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang sederhana/kurang penting meningkat kepada hal yang kompleks/lebih penting.
11. Antiklimaks: Pemaparan pikiran atau hal secara berturut-turut dari yang kompleks/lebih penting menurun kepada hal yang sederhana/kurang penting.
12. Inversi: Menyebutkan terlebih dahulu predikat dalam suatu kalimat sebelum subjeknya.
13. Retoris: Ungkapan pertanyaan yang jawabannya telah terkandung di dalam pertanyaan tersebut.
14. Elipsis: Penghilangan satu atau beberapa unsur kalimat, yang dalam susunan normal unsur tersebut seharusnya ada.
15. Koreksio: Ungkapan dengan menyebutkan hal-hal yang dianggap keliru atau kurang tepat, kemudian disebutkan maksud yang sesungguhnya.
16. Polisindenton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana, dihubungkan dengan kata penghubung.
17. Asindeton: Pengungkapan suatu kalimat atau wacana tanpa kata penghubung.
18. Interupsi: Ungkapan berupa penyisipan keterangan tambahan di antara unsur-unsur kalimat.
19. Ekskalamasio: Ungkapan dengan menggunakan kata-kata seru.
20. Enumerasio: Ungkapan penegasan berupa penguraian bagian demi bagian suatu keseluruhan.
21. Preterito: Ungkapan penegasan dengan cara menyembunyikan maksud yang sebenarnya.
22. Alonim: Penggunaan varian dari nama untuk menegaskan.
23. Kolokasi: Asosiasi tetap antara suatu kata dengan kata lain yang berdampingan dalam kalimat.
24. Silepsis: Penggunaan satu kata yang mempunyai lebih dari satu makna dan yang berfungsi dalam lebih dari satu konstruksi sintaksis.
25. Zeugma: Silepsi dengan menggunakan kata yang tidak logis dan tidak gramatis untuk konstruksi sintaksis yang kedua, sehingga menjadi kalimat yang rancu.
[sunting] Majas pertentangan
1. Paradoks: Pengungkapan dengan menyatakan dua hal yang seolah-olah bertentangan, namun sebenarnya keduanya benar.
2. Oksimoron: Paradoks dalam satu frase.
3. Antitesis: Pengungkapan dengan menggunakan kata-kata yang berlawanan arti satu dengan yang lainnya.
4. Kontradiksi interminus: Pernyataan yang bersifat menyangkal yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya.
5. Anakronisme: Ungkapan yang mengandung ketidaksesuaian dengan antara peristiwa dengan waktunya.
[sunting] Rujukan
• Diposkan oleh DORAEMON HOLIC
• Jumat, 2008 Desember 05
A JENIS-JENIS MAJAS
MAJAS PERBANDINGAN
Majas Perumpamaan yaitu perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama
Contoh : Pendiriannya ibarat air di daun talas.
Kedua anak itu bak pinang di belah dua.
Ketiga Gank itu seperti pahlawan kesiangan.
Majas Metafora yaitu membandingkan dua hal karena persamaan sifat
Contoh : Kuli Tinta bekerja keras.
Bunga bangsa adalah putra-putri terbaik republik.
Novi adalah Bunga Desa Karangrejo.
Majas Personifikasi yaitu benda mati diberi sifat kehidupan manusia
Contoh : Batu bercerita tentang zaman bahari.
Angin menyapa ramah terhadap dua sejoli.
Anda Bulan bisa ngomong
Ombak di laut berlarian kesana kemari menghempas sanubari.
Majas Alegori yaitu pernyataan suatu perbandingan yang utuh, lengkap dan harmonis
Contoh : Perkawinan adalah suatu usaha untuk mengarungi bahtera kehidupan.
Suami harus mampu menggayuh dayung.
Istri harus pandai mengendalikan kemudi.
Majas Metonimia yaitu penamaan tentang suatu benda
Contoh : Ia dibawa ke meja hijau.
Ia datang naik Kharisma.
Sampah masyarakat itu adalah temanku satu kampung.
Majas Eufimisme yaitu menggunakan bahasa yang lebih sopan / santun
Contoh : Pohon itu ada penghuninya
Maaf saya akan ke belakang sebentar.
Orang itu hanya berubah akal ( gila )
Majas Alusio yaitu perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan mempergunakan
ungkapan atau sampiran pantun yang sudah membudaya dalam kehidupan sehari-hari
Contoh : Kalau itu memang keputusan, pinggan tak retak nasi tak dingin.
Para pejuang berkata merdeka atau mati.
Tekad muda sejati, daripada hidup berputih mata lebih baik berputih
tulang.
Jangan kura-kura dalam perahu
Majas Sinedoke
Majas Sinedoke Pars Pro Toto
Contoh : Gurbenur Surabaya membangun SSC tahun 1992.
Idul Adha tahun ini ayahku menyembelih 2 kambing.
Bagus memenangkan pertandingan basket SMANKAUCup.
Majas Sinedoke Totem Pro Parte
Contoh : Sekolah saya menang atas SMP 25.
Indonesia merupakan negara bahari.
Kelasku mendapat peringkat pertama di sekolah
Majas Litotes yaitu menggunakan bahasa yang merendah
Contoh : Silahkan mampir kekubukku Tuan !
Setetes darah sangat berarti bagi nyawa seseorang.
Hanya makanan sederhana inilah yang dapat saya hidangkan.
Aku mengerjakan tugas ini semata-mata untuk menyelesaikan tugas.
Majas Perifrasis yaitu perbandingan yang melukiskan sesuatu dengan menguraikan sepatah kata menjadi frasa yang mengandung arti yang sama dengan yang lain
Contoh : Waktu matahari hilang di balik gunung, dia baru pulang ke rumahnya
Majas Epiteton orans yaitu perbandingan yang melukiskan dengan menambah kata dengan maksud untuk menghias atau memberi corak
Contoh : Parti kikir
Majas Simbolik yaitu melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda-benda lain sebagai sumber/perlambang
Contoh : Bunga adalah lambang wanita dan keindahan, bunga Kamboja
adalah lambang kematian
Majas Antonomasia yaitu melukiskan sesuatu hal untuk menggantikan suatu yang
dimaksud
Contoh : Sang raja rimba mengaum dengan garangnya
Majas Tropen yaitu melukiskan sesuatu dengan mempergunakan kata yang tepat dan
sejajar artinya dengan pengertian yang dimaksudkan
Contoh : Seharian dia berkubur dalam kamarnya
Majas Simile yaitu sesuatu yang bersifat implisit
Contoh : Bibirnya seperti merah delima yang sedang merekah
Majas Asosiasi yaitu membandingkan karena persamaan sifat
Contoh : Semangatnya keras bagai baja
Majas Hiperbola yaitu menggunakan kata yang melebih-lebihkan maknanya
Contoh : Aku menyusup diantara huruf-huruf.
Melata diantara berjuta kata-kata.
Melewati bermilyar atom cahaya.
Aku berjalan dari buku ke buku.
Aku berenang bersama milyaran molekul cahaya.
Harga BBM membumbung
MAJAS PERTENTANGAN
Majas Paradoks yaitu seolah-olah bertentangan karena perbedaan obyek
Contoh : Dia orang kaya, tetapi miskin ( walaupun kaya tapi tidak tenang )
Gajinya besar, tetapi miskin ( walaupun uangnya banyak, kurang guna )
Dia cantik, tetapi jelek ( walaupun cantik, hatinya jelek )
Majas Antitesis yaitu menggunakan kata yang berlawanan arti
Contoh : Hidup matinya, susah senangnya, itu tanggung jawabku.
Tua muda, besar kecil, laki perempuan, semuanya menyelamatkan diri
ancaman Tsunami.
Majas Okupasi yaitu melukiskan sesuatu dengan mengakui lebih dulu apa yang dikatakan orang, baru dibantah kemudian diterangkan dan akhirnya ditarik kesimpulan
Contoh : Merokok memang mempercepat proses kematian. Tetapi si perokok tak mau menghentikannya. Akibatnya bermunculan pabrik-pabrik rokok
MAJAS PENEGASAN
Majas Repetisi yaitu penegasan yang mengulang-ulang suatu kata secara berturut-turut dalam suatu kalimat.
Contoh : Sekali merdeka tetap merdeka
Majas Asideton yaitu melukiskan beberapa hal secara berturut-turut tanpa menggunakan kata penghubung.
Contoh : Kemping itu bertujuan baik untuk memuliakan kegungan Allah,
memperkenalkan alam kepada anak, mencintai tanah air
Majas Polisidenton yaitu seperti asideton tapi menggunakan kata penghubung.
Contoh : Mereka telah mengumpulkan dahan-dahan kayu, lalu diikatnya serta dibawanya, kemudian dijual ke pasar.
Majas Klimaks yaitu lukisan yang mempergunakan kata-kata yang bertingkat-tingkat, menuju arti yang lebih keras.
Contoh : Anak-anak, remaja, dewasa, orang tua datang menyaksikan ketoprak
Majas Antiklimaks yaitu kebalikan daripada klimaks
Contoh : Jangankan seratus ribu, lima puluh ribu, sepuluh ribu pun aku tak punya
Majas Tautologi yaitu memepergunakan kata yang searti untuk menegaskan apa yang
dimaksud
Contoh : Dengan riang gembira siswa ke luar ruangan karena bisa mengerjakan
soal dengan benar
Tiada kuasa……
Tiada berdaya…
Berlayar dalam angan…
Majas Simetri yaitu melukiskan sesuatu dengan kalimat yang diikuti oleh kalimat-kalimat/bagian kalimat yang seimbang
Contoh : Ia pergi dengan tergesa-gesa, seperti orang diburu harimau
Majas Inversi yaitu mementingkan predikat sehingga predikat mendapat tekanan keras dan berada sebelum subjek
Contoh : Amat indah pemandangan ini
Majas Retorika yaitu mempergunakan kata-kata Tanya atau kalimat yang tidak memerlukan jawaban
Contoh : Saudara-saudara siapakah yang tidak ingin hidup melarat ?
Majas Eksklamasi yaitu penegas yang mempergunakan kata seru
Contoh : Subhanallah, indah benar pemandangan ini !
Majas Pleonasme yaitu menambah kata yang semestinya tidak perlu karena berlebihan.
Contoh : Hati-hati jangan mundur kebelakang nanti jatuh !
Jatuh ke bawah lembah
Maju ke depan
Majas Enumerasi yaitu gaya bahasa yang disusun dengan memecahkan suatu hal atau
keadaan menjadi beberapa bagian agar maksudnya menjadi jelas
Contoh : Musim hujan bulan Desember udara basah dan dingin.
Pohon-pohon kaku tegak, ranting diam membisu lewatkan waktu.
Majas Paralelisme yaitu pengulangan seperti repetisi yang hanya terdapat dalam puisi.
Contoh : Kutulis sebaris sajak sebagai pemupus rindu.
Kutulis sebaris sajak untuk mengingat wajahmu.
Majas Anaphora yaitu pengulangan kata pada awal kalimat.
Contoh : Sunyi itu duka
Sunyi itu diam
Majas Epifora yaitu pengulangan kata pada akhir atau tengah kalimat.
Contoh : Yang kurindu adalah kasihmu
Yang kudamba adalah kasihmu
Majas Retisense yaitu gaya bahasa yang tidak dinyatakan secara lengkap karena perasaan penyair tidak terwakili lewat kata-kata
Contoh : Siapa kuasa balikkan waktu
Meniti kembali perjalanan lalu
Menata harap meniti…….
MAJAS SINDIRAN
Majas Ironi yaitu sindiran halus
Contoh : Bukan main rajinmu, sudah satu minggu membolos.
Memang bersih hatimu, semua orang dicaci maki.
Bagusnya tulisanmu hingga aku tak dapat membaca.
Biar yang berbicara terus dalam kelas cepat jadi professor!
Majas Sarkasme yaitu sindiran yang bersifat kasar
Contoh : Kamu bodoh.
Anjing ! kamu.
Setan ! sudah diberi minta lagi.
Otakmu memang otak udang
Majas Sinisme yaitu sindiran yang bersifat sedang
Contoh : Kelakuanmu seperti anjing kepanasan.
Tiada yang benar, hanya kau manusia bodoh.
Tindakanmu yang memalukan itu menunjukkan bahwa kamu idiot.
Muak aku melihatmu yang tak mau mengalah
Jumat, 17 September 2010
The My History
Dari balik jendela dalam kelas ku memandanginya, sosok indah wajahnya membuat ku terpaku dan terpesona. Dalam sekejap pandang saja saat ku memperhatikan nya aku langsung suka padanya.
Waktu itu jam istirahat, ketika itu waktu menunjukan pukul 09:30,dan bel pun berbunyi !! Kringgggggggggg..... kringggggggggggg..... Dan dalam beberapa menit saja hampir semua siswa-siswi memenuhi lapangan. Bang ketoprak bang mie ayam bang, batagor bang dan lain-lain. Dari balik jendela ku memperhatikan itu semua, mungkin mereka sudah pada lapar kali, pikir ku. Tapi tiba-tiba saja pandanganku tertuju oleh sosok dia, Ya dia !! wanita yang membuat ku terpesona. Kumemperhatikan nya tanpa ragu, karena memang jendela dalam kelas apabila dilihat dari luar tidak begitu jelas terlihat, seperti samara-samar karena gelap. Cukup lama ku memperhatikan nya, sampai-sampai dia pun menuju kelas nya yang berada tepat di seberang kantor guru. Dan aku pun mulai pergi dari jendela itu menuju tempat duduk ku. Sambil memikirkan nya ku ambil buku dalam tas ku, dan ku goreskan wajah nya dalam lembaran kertas. Dengan menggunakan sebuah bolpoin berwarna hitam, dan tiba-tiba tidak lama ke mudian bel masuk berbunyi, Kringgggggggg.....kringgggg...... lalu ku masukan saja lembaran kertas itu ke dalam tas ku, sebagai langkah waspada ku terhadap kawan-kawan ku, karena takut diketahui oleh mereka jikalau aku melukis wajah wanita itu?
Setelah jam istirahat usai, kawan-kawan ku masuk ke dalam kelas. Dan setelah beberapa saat muncul lah seorang guru dari balik pintu. Hanya beberapa saat saja sang guru memulai pelajaran aku merasa bosan, dan mata terasa ngantuk berat "Hoammmmm' ngantuk bangat, gumal aku pelan, saat ku lihat jam di dinding ternyata jam pulang masih 2 jam lagi, terasa tersiksa rasa nya harus mendengarkan guru menjelaskan tentang ini dan itu, tentang pengertian ini dan teori itu. Aku pikir dari pada aku tidur di saat guru sedang menerangkan lebih baik aku mainkan pikiran imajinasi ku untuk merangkaikan kata-kata indah tentang dirinya, ku mainkan bolpoin berwarna hitam ku untuk memulai merangkaikan kata-kata :
Kau yang telah membuat ku terpaku akan pesonamu.
Kumengagumimu, Meskipun kau tak pernah tahu.
Dalam setiap sepi, Ku memikirkanmu.
Betapa pesona wajah mu, Menghilangkan rasa gundah hati ku.
Bagaimentari kau memberikan terang nya, Dan bagai rembulan kau menerangi malam-malamnya.
Kaulah yang terindah, Setiap langkah yang kau pijakan tak pernah lepas dariperhatian ku. Karena begitu anggun cara kau berjalan, begitu elok cara kaumemandang, begitu lembut cara kau memberikan senyuman, banyak kata yang dapatku deskripsikan tentang mu, karena kau adalah penebar pesona bagiku.
Setelah ku selesai merangkaikan kata-kata ternyata bel berbunyi !! Kringgggg ... Pertanda jika tinggal satu jam lagi pelajaran berakhir. Dan untung nya di jam terakhir ini guru nya tidak masuk. Alhamdulilahhhhhh, "guman aku sambil tersenyum puas".
Di jam terakhir pelajaran ini aku merasa lapar, karena saat jam istirahat aku tidak sempat untuk membeli sesuatu makanan pun untuk ku makan, maklum rasa nya terhipnotis gitu jika memandanginya. Dan kebetulan sekali guru pengganti hanya mengasih tugas saja.
Dengan langkah pasti aku menuju kantin dan membeli tiga gorengan dan satu air aqua gelas dengan uang dua ribuan yang ada di kantong saku aku. Merasa sudah terasa terisi lambung ini, aku pun segera saja menuju kelas tanpa menghiraukan tugas yang di berikan sang guru, aku tidur dengan rasa tak berdosa ke pada ke dua orang tua yang telah susah payah mencari uang untuk membayar uang Spp yang cukup mahal di sekolah yang terjajah itu,"Just qiding" . Dan setelah beberapa saat aku terbangun karena mendengar suara gaduh, ternyata suara gaduh itu timbul karena bell pulang telah berbunyi, dengan semangat kemerdekaan empat puluh lima terasa power dan stamina ku tlah pulih, karena bell pulang sekolah yang ku nanti tlah berbunyi.
Pagi tadi aku datang telat ke sekolah, padahal aku bangun pukul 05:00 subuh dan sehabis sholat subuh aku tidur lagi sebentar pikir ku, hehhh ternyata setelah aku di bangun kan ibu ku ternyata jam di dinding ku menunjukan pukul 05:40, setelah itu aku langsung menuju ke kamar mandi, tapi di kamar mandi ade ku sedang mandi, maklum dia masuk pagi juga sekolah nya, tapi karena ade ku mandi nya lama sekali dan kamar mandi satu-satu nya terpaksa aku menunggu. agak cukup lama juga aku menunggu akhirnya dia keluar dari kamar mandi, sambil memperhatikan jam dinding yang telah menunjukan pukul 06:00 aku langsung ambil handuk dan menuju ke kamar mandi. Gyurrr... gyurrr, suara air terdengar saat ku mandi.
Setelah sudah cukup merasa tampak bersih dan wangi oleh sabun, aku kenakan handuk dan menggosok gigi terlebih dahulu sebelum keluar dari kamar mandi. Setelah aku keluar dari kamar mandi aku perhatikan jam kini telah menunjukan pukul 06:15, Sedangkan masuk sekolah pukul 06:30 toleransi 10 menit, sontak saja aku panik dan bergegas merapihkan dan mempersiapkan segala ke perluan buat ku bawa ke sekolah, membutuh kan waktu 10 menit untuk itu semua. Dan setelah itu di rasa sudah cukup lengkap aku nyalakan kendaraan meatic ku dan langsung tancap gas tanpa pamit kepada ke dua orang tua, saking buru-buru nya jadi lupa pamit !!
Saat di jalan raya ke macetan telah menyapa ku di pagi ini, sial" gumal aku" dalam hati ku bertanya, Mau sampai jam berapa di skul klu macet nya kaya gini?. Kesal sekali rasa nya hati. Setelah lolos dari kemacetan di daerah cijantung, setelah sampai di fly over aku langsung tancap gas full speed, serasa seperti dani pedrosa sedang beraksi aku main
Setelah sampai di sekolah ternyata gerbang telah di tutup, dan kawan-kawan ku sedang melaksanakan apel pagi, sial apes banget "gumal aku" wajar pikir ku, karena setelah ku lihat jam di dinding kelas yang berada didepan ruang guru menunjukan pukul 06:45, saat itu ada beberapa orang juga si yang mengalami nasib sama seperti aku "telat masuk sekolah"
Lebih milih jalan sama teman dan akhirnya menderita, dari pada memilih jalan sama someone yang bisa jadi bikin bahagia.
Senin pagi, aku dan kawan-kawan berencana untuk ke puncak, tapi berhubung satu teman tidak merespon, acara itu sempat batal, lalu di siang hari nya selepas aku pulang bermain di warnet tiba-tiba telpon ku berbunyi, di layar ponsel ku ada panggilan dengan nomor yang tidak ku kenal, lalu ku abaikan saja.
Tapi tidak lama ke mudian ada pesan sms yang masuk, seperti ini isi pesan nya “jho, di telpon ga di angkat-angkat si loh, nanti klo di tinggal ngambek lagi”. hohhh, ternyata ipul toh yang tadi nelpon !!! Dan langsung saja ku menelpon balik nya, “Hallo pul, tunggu ya bentar lagi gw ke rumah nya benny” begitulah komunikasi percakapan yang sempat tejalin.
Dan akhir nya pukul dua belas lewat kami berangkat menuju puncak, di bogor kami tidak mengalami ke macetan yang ber arti, dan pukul dua siang kami sudah sampai ciawi, dan berteduh di sana, karena kota bogor sedang di guyur hujan siang itu, agar dapat melanjuti perjalanan, aku dan ipul membeli jas hujan, dan dua stel jas hujan baru kami pun langsung kami kenakan, setelah itu kami berangkat melanjuti perjalanan menuju cilember.
Setelah sampai di cilember, aku dan kawan-kawan memarkirkan kendaraan disana dengan tarif Rp 5000 / motor. Setelah itu kami antre di loket karcis dengan biaya masuk Rp 13000 / orang, awal nya semua berjalan dengan baik, kami foto-foto di
Setelah merasa sudah cukup bosan kami bergegas untuk meninggal kan cilember dan menuju at taun, namun setelah ke luar dari jalan umum menuju jalan raya, kami di sapa oleh ke macetan yang cukup panjang, penuh pengorbanan untuk dapat keluar dari ke macetan itu, hingga pada akhir nya sampai juga kami di at taun, tiba di at taun kami berempat memesan mie bakso dan teh panas Rp 13000 satu porsi baso + teh panas sambil menghilangkan rasa lelah kami akibat terkuras tenaga saat mengalami ke macetan panjang.
Setelah sudah merasa tekumpul tenaga kami, lalu kami melanjut kan perjalanan kami kembali, namun ke macetan panjang masih terjadi, bahkan sangat parah, hingga bahan bakar kendaraan ku pun habis, dan akhir nya aku mengisi nya di pedagang eceran, dengan haraga Rp 15000 / liter lebih sedikit.
Dan setelah beberapa lama kami berada di ke macetan akhir nya kami sampai juga di puncak pas (yang mau menuju arah cianjur), dan akhir nya setelah itu aku mengisi kembali bahan bakar ku di pom bensin untuk menambah bahan bakar di perjalanan, karena perjalanan masih panjang, kami pulang ke Jakarta melewati jonggol (daerah yang sudah di kenal sebagai tempat beraksi nya para perampok begal).
Dan di situ lah mala petaka akhir nya ku alami, aku tehempas dari kendaraan karena tergelincir dari jalan aspal, dengan badan sakit-sakit dan ke dua siku tangan ku berdarah lalu aku menanyakan teman ku trlebih dahulu “abit, loh ga pa kan? “ lalu ke dua kawan ku pun menanyakan abit, tapi abit malah menyuruh ke dua kawan ku untuk menolong aku “ mending loh tolongin ja tuh jho” begitu pinta abit, untung nya ada bantuan penerangan dari sebuah mobil yang membantu kami untuk menerangi tempat aku terjatuh itu, ternyata kata teman aku kendaraan kami ber plat B, yang menandakan kami berasal dari Jakarta, karena mobil itu pun ber plat B maka itu, mungkin dia memberi kan sedikit bantuan untuk menerang kan jalan dan melihat kondisi kami, kalau-kalau kami mengalami luka yang sangat fatal, (tapi alhamdulilah ga terlalu serius luka-luka aku dan teman ku).
Setelah selesai mengangkat motor ku yang ringsek masuk parit, kendaraan mobil itu pun menyuruh kami cepat-cepat melanjut kan perjalanan jika sudah cukup baik” alesan nya karena daerah itu rawan perampokan” lalu kami pun melanjutkan perjalanan namun di belakang kami mobil ber plat B masih mengawasi kami (mungkin masih khawatir dengan ke adaan aku dan teman ku itu)
Sampai di Jakarta pukul setengah dua, lalu kami lewat cibubur dan memeriksa luka ku dan teman ku, lalu memesan empat nasi goreng disana sambil memeriksa kendaraan ku, ternyata lumayan parah “tapi nyawa lebih baik dari pada motor selamat tapi nyawa ga” menurut ku, setelah ke adaan ku seperti itu, aku berpikir ingin sekali untuk berbuat baik, dan beriman serta bertaqwa kepada allah, semoga saja keinginan ku dapat terlaksana dengan izin allah, karena hidup di dunia ini hanya sementara ke jadian apapun dapat terjadi tanpa di duga, allah bisa saja menyuruh malaikat nya untuk mengambil nyawa ku saat itu, tapi allah belum mengizinkan, allhamdulilah allah masih memberi ku ke sempatan untuk hidup.
Makan malam dengan esa dian
Rabu malam pukul 06:30 aku berangkat dari rumah menuju rumah nya esa dian di munjul, cibubur untuk memenuhi nazar ku mengajak nya makan malam. dan sampai sana pukul 07:00, sebelum menuju rumah nya aku terlebih dahulu sms esa, begini isi pesan nya “ sha, gw dah sampai rumah luh nii” dan esa pun membalas “ klu dah sampai ucapin salam donk” begitu isi pesan nya, lalu aku segera menuju rumah nya esa dan sampai depan rumah nya ternyata ada motor jupiter Z yang terparkir di depan rumah nya esa, dan ternyata itu motor saudara sepupu ibu nya esa sedang bertamu, lalu aku ucapkan salam “ assalamualaikum” dan saudara nya esa pun menjawab salam ku dengan ucapan “waalaikum salam” dan oleh saudara nya esa aku di suruh duduk, setelah itu ade nya esa keluar dia menanyakan “mau jalan-jalan ya ka, jalan-jalan kemana ka?”. lalu jawab ku, “ahh ga ko, cuma mau ke depan doank sebentar” setelah itu dari kamar aku melihat dua sosok wanita, ternyata itu ibu nya esa dan tante nya esa, setelah ibu nya esa keluar lalu iya menanyakan “kamu siapa nya esa” dan aku bilang “aku teman nya esa bu” setelah itu aku duduk kembali sambil menunggu esa yang petakilan sibuk ga jelas gtu deh, huff lama “gumam ku”, setelah itu esa menyuruh ku untuk berbohong, pinta esa pada ku “ka, nanti kalau ibu bilang mau kemana, bilang ja ya mau ke rumah nya puji di suci?” pinta esa pada ku. Setelah itu kami bergegas untuk berangkat, dan ibu nya esa berpesan “hati-hati ya di jalan, jangan pulang malem-malem soalnya takut nanti hujan” lalu setelah itu kami berangkat menuju jalan raya
Setelah beberapa lama di perjalanan akhir nya kami sampai di tempat yang sudah aku tentukan, dan kami masuk tempat itu, lalu duduk dan memesan mie dengan baso super dua porsi dan dengan minum juice jeruk satu dan the botol satu, sambil menunggu pesanan kami berbincang-bincang namun perbincangan nya tidak begitu serius sih, setelah pesanan datang lalu kami menyantap nya, sambil menikmati makanan yang ada di depan mata kami berbicara ringan hingga akhir nya kami putus kan untuk pulang setelah membayar bill yang telah kami pesan.
Setelah kami keluar dari tempat itu lalu aku mengeluarkan kunci motor ku dan memasukan nya ke kunci kontak untuk menghidupkan motor dan setelah motor hidup aku mengeluarkan uang seribuan untuk membayar parkir dan langsung tancap gas mengantar esa pulang, setelah di arundina aku membelikan martabak telor buat ibu nya esa, maklum esa pernah bilang kalau ibu nya esa lagi ngidam martabak dan setelah itu aku antar kan esa pulang sampai rumah nya, dan aku menitip pesan kepada esa “sha bilang ya sama ibu loh klu gw langsung balik, soalnya nanti gw takut kemalaman”